Palestina Membutuhkan Tegaknya Kepemimpinan Islam


author photo

26 Mar 2025 - 15.09 WIB




Oleh : Rahmayanti

 Setelah bertahun-tahun mengalami serangan tanpa henti. Palestina dan Israel akhirnya mencapai kesepakatan gencatan senjata yang disambut dengan harapan besar oleh rakyat Palestina. Di tengah puing-puing dan kesedihan, mereka mencoba bangkit, meskipun dengan waspada namun, harapan itu sirna ketika Israel melanggar perjanjian, melancarkan serangan mendadak ke wilayah-wilayah yang seharusnya aman.
Ledakan kembali menguncangkan kota-kota di Palestina, dan korban kembali berjatuhan, termasuk anak-anak dan wanita yang sebelumnya percaya bahwa kedamaian akhirnya akan datang. Dunia mengecam, namun keadilan tetap dirasa jauh dari genggaman. Sekali lagi Palestina menjadi saksi hidup atas janji yang dikhianati, memperjelas bahwa bagi mereka gencatan senjata hanyalah ilusi dalam bayang-bayang penindasan yang entah kapan akan berakhir.
“Israel serang warga Gaza dari darat pada Rabu 9/3/2025, setelah mengeluarkan ancaman kepada pendududk di wilayah tersebut. Tentara telah memulai operasi darat Jalur Gaza bagian tengah dan selatan untuk memperluas parameter keamanan dan menciptakan zona penyangga parsial antara utara dan selatan,” demikian pernyataan tentara Israel pada Rabu. Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, menegaskan bahwa pemerintah Israel akan segera mengeluarkan perintah evakuasi di zona konflik, bagi warga Gaza , ini adalah peringatan terakhir. Ikuti saran Presiden AS, kembalikan sandera dan hancurkan Hamas. Dari sana, pilihan lain akan terbuka bagi semua orang. Mereka yang ingin pindah ke belahan dunia lain dapat pergi kata Gallant. Beritasatu.com. 20 Maret 2025.
Gelombang serangan udara yang mengakhiri gencatan senjata di Gaza menandai ekskalasi besar dalam konflik Israel-Palestina. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan bahwa serangan ini baru permulaan dan akan terus berlanjut hingga Israel mencapai tujuan perangnya, yakni menghancurkan Hamas dan membebaskan seluruh sandera yang ditahan oleh kelompok militan tersebut. Negosiasi gencatan senjata lebih lanjut , kata Netanyahu dalam pidato televisi Selasa 18/3/2025 malam, akan berlangsung di bawah tembakan, ini adalah pernyataan pertamanya setelah serangan yang menewaskan lebih dari 400 orang dalam satu hari, menjadi paling berdarah sejak awal pada 2023. Cnbcindonesia.com. 19 Maret 2025.  
Ini adalah agresi yang dipimpin penjahat Zionis Yahudi digambarkan sebagai lebih keras dan brutal dari sebelumnya, yang mendapatkan lampu hijau dari Trump,sebagaimana dilaporkan oleh Wall Street Journal. Ujar Juru bicara kelompok dakwah ideologi. Dia juga mengkritisi para mediator, baik Arab maupun asing yang tidak berbuat apapun untuk Gaza. 
Serangan terhadap wilayah Palestina terjadi terus-menerus dan semakin brutal. Tapi perhatian masyarakat sepertinya berkurang makin tertutup oleh banyaknya permasalahan-permasalahan yang terjadi di dalam negeri masing-masing negara, baik masalah ekonomi yang morat-marit, hukum yang tak kunjung berkeadilan, kisruh dengan pajak yang naik dan sumber daya alam yang dirampas asing dan aseng, masih banyak permasalahan yang mendera negara-negara kaum muslim.
Oleh karena itu perlunya membangun kesadaran umat pada solusi yang hakiki untuk permasalahan Palestina yaitu tegaknya kepemimpinan Islam, bagi Palestina adanya kepemimpinan Islam akan membebaskan mereka dari penjajahan. Kepemimpinan Islam (khilafah) akan mengirimkan pasukan untuk berjihad melawan musuh bebuyutannya yakni pasukan Zionis.
Sementara bagi kaum muslim di Indonesia, serta negeri-negeri muslim lainnya tegaknya khilafah akan menjadikan semua urusan rakyatnya akan diurus dengan syariat Islam, aturan terbaik dari Allah SWT. sehingga bisa terwujud kesejahteraan dan keberkahan yang menjadi rahmat bagi sekalian alam. Sebagaimana hadis Rasulullah “ Sesungguhnya Imam (Khalifah) adalah perisai… (HR Muslim). Imam An-Nawawi menjelaskan” Sesungguhnya Imam (Khalifah) adalah perisai”, yaitu seperti pelindung yang mencegah musuh dari menyakiti kaum muslimin, memelihara kemuliaan Islam. Perisai yang dimaksud sekarang ini sudah hilang, akibatnya kaum muslimin kehilangan pelindung, mereka terhina, teraniaya, negeri mereka dicabik-cabik, bahkan sesama kaum musliminpun bermusuhan. 
Menurut Imam Al Ghazali agama dan kekuasaan bak saudara kembar tidak boleh dipisahkan” Agama adalah pondasi dan kekuasaan adalah penyangga. Apa saja yang tidak punya pondasi akan hancur. Apa saja yang tidak punya penjaga maka akan hilang.” (Al Ghazali, Al- Iqtishaad fii al-Itiqaad, hal .128 Maktabah Syamilah). 
Oleh Karena itu menegakkan kepemimpinan Islam adalah kewajiban setiap muslim. Dibutuhkan umat yang berupaya berjuang untuk mewujudkan kewajiban yang menjadi mahkota kewajiban tersebut. Untuk memperbaiki keadaan yang sudah hancur dan rusak inilah dibutuhkan adanya jamaah dakwah ideologis yang akan mengarahkan umat untuk berjuang meneladani jalan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Wallahu a’lam.
Bagikan:
KOMENTAR